gambar

Follow

Tampilkan postingan dengan label Remaja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Remaja. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Desember 2011

Tips Pacaran Sehat di sekolah






Masa sekolah, adalah masa yang indah! Di masa remaja kita kenal yang namanya persahabatan dan cinta. Anak-anak remaja jaman sekarang, kebanyakan menghabiskan waktu di sekolah daripada di rumah. Pacaran memang hal-hal yang lazim di sekolah. Tapi banyaknya beban sekolah, pacaran dijadikan pelampiasan dan bikin pacaran jadi tidak sehat atau melenceng. Sekolah sering digunakan sebagai tempat pacaran, karena waktu yang pelajar habiskan lebih banyak disana. Tahukah anda kalau pacaran itu seharusnya pada saat masa dewasa, sudah kamu lakuin di sekolah. Jadi, kebiasaan pacaran yang dilakukan oleh orang dewasa banyak yang dilakukan sama pelajar. Itu bisa berdampak buruk anda buat perkembangan psikologis kamu. Bukan berarti kamu tidak boleh pacaran harus dibatasi sama fungsi kamu.

Berikut 10 Tips pacaran sehat di sekolah yang bisa bikin sekolah kamu jalan dan pacaran tetap oke:

1. Mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Agama adalah panutan kita dalam hidup. Tanpa agama hidup bakal gak berarah. Nah, biar pas pacaran kamu tidak melakukan hal yang aneh-aneh. Ingatlah norma-norma agama kamu. Biar pacaran yang kamu lakukan masih dalam batas wajar.

2. Sibukkan diri dengan kegiatan Ekstrakurikuler di sekolah.
Bukan cuma anda, tapi buat pasangan anda juga. Denga sibuknya kalian berdua, waktu yang kalian pakai buat pacaran bakal efektif dan yang dibicarakan pas ketemu bakal berguna buat hubungan kalian. Jadi tidak bakal mikir buat ngelakuin hal yang aneh-aneh.

3. Sebagai penyemangat dan motivasi diri.
Anda dan pacar sama-sama pelajar, otomatis kalian punya sasaran yang harus dicapai dalam tiap pelajar. Coba deh kalian main tinggi-tinggian pencapaian sasaran atau target. Dan kasih imbalan buat yang nilainya lebih tinggi. Dengan begini, pacaran dan belajar jadi lebih seru kan?

4. Belajar Kelompok.
Belajar tidak hanya di sekolah. Di rumah juga bisa. Dari pada pacaran di luar sekolah dengan nongkrong dan habiskan uang. Mendingankalian berdua sambil belajar kelompok. Dengan tukar pikiran dan pengetahuan tentang ilmu yang dikuasain, kalian berdua bisa saling mengisi dalam pelajaran sekolah.

5. Kenalkan pacar ke orang tua.
Kenalin pacar ke orang tua tidak berarti kamu berhubungan serius banget dan bakal langsung menikah. Ini biar buat kamu jaga-jaga dalam bertindak. Dengan kamu tahu orang tua si dia, kamu bakal mikirin perasaan mereka kalau kamu macam-macam dalam pacaran.

6. Jangan berpacaran pada saat jam pelajaran.
Yang satu ini tidak boleh alias pantangan!!! Kalian punya waktu istirahat kan buat ketemu, apa tidak bosan bertemu terus pas di sekolah. Kamu kan butuh waktu buat konsen ke pelajaran biar materi yang diterangkan guru masuk ke otak kamu.

7. Jangan nonton film porno.
Film porno mudah menyebar sekarang ini. Padahal banyak berdampak buruk yang ditimbulkan dengan nonton film porno disamping pikiran kamu dipenuhi dengan adegan yang bukan konsumsi kamu. Kerja otak juga bakal terganggu. Dengan nonton film porno secara tidak langsung kamu mengurangi kemampuan otak kamu dalam menyerap dan memahami pelajaran.

8. Jaga diri dalam pasangan.
Pacar yang baik adalah pacar yang menghormati dan menjaga harga diri pasangan. Ada yang tidak mengerti dengan kalimat tersebut? Kalau memang kamu sayang sama pacar kamu atau sebaliknya. Salah satu dari kalian tidak bakal ngelakuin sesuatu yang bakal merugikan masa depan kalian berdua. Pacaran memang proses menuju pernikahan, tapi belum tentu pacar kamu yang sekarang bakal jadi suami kamu kan?

Buat kalian yang menjalankan pacaran di sekolah, ayo coba dipraktekin tips-tips di atas. Gak selamanya pacaran itu buruk. Pacaran bisa juga bikin prestasi meningkat kok!

Sumber:http://feriandyundercover.blogspot.com/2011/03/8-tips-pacaran-sehat-di-sekolah.html


Sumber: http://dunia-uniks.blogspot.com/2011/03/8-tips-pacaran-sehat-di-sekolah.html#ixzz1gSeYDzPH

karakteristik kamu pada saat bertangkar dengan teman






Ngeselin gak sih, kalo punya temen terus bertengkar melulu??? embb,, karakteristik waktu kita brtngkar kyk gimana yahh?? yuk mariii di liatt ~~



1. Tipe Silent-Resent
Indikasi:
*Jangan harap kita bakal terus terang ke sahabat soal masalah yang ada
*Dalam hati kita bete pada sahabat
*Kita sudah menyiapkan rencana buat membalas si sahabat dengan cara apapun.
Inside us:
Hati jadi nggak tenang. Debaran jantung juga makin kencang setiap kali ingat atau melihat sahabat. Cape, dehh..
The effect:
Kita jadi merasa nggak nyaman setiap kali ketemu dia. Kalau ngobrol, pasti jadi nggak tenang karena rasa marah kita nggak bisa disalurkan dengan benar.
What we need:
Menahan rasa marah tapi mengubahnya jadi dendam pastinya nggak enak banget. Cara ini malah lebih banyak menguras energi dibanding dengan langsung berterus terang ke sahabat. Gimana kalau mulai minta tolong teman lain untuk bantu kita ngobrolin masalah ini ke sahabat?
2. Tipe Pasif-Agresif
Indikasi:
*Kita suka bikin joke yang menyinggung sahabat, dan tetep... dengan senyum. Misal, dengan bilang ke teman lain, “Itu, lho, sahabatku yang baikkkk banget. Saking baiknya, sampai aku ditinggalin.”
*Setiap kali sahabat bertanya kenapa kita berubah, kita bakal bilang, “Oooh, nggak ada apa-apa. Perasaanku nggak penting,” dengan muka senyum sinis.
Inside us:
Kita sadar jadi kelihatan munafik dan malah makin merasa bete karena hal ini.
The effect:
Sahabat mungkin malah nggak sadar atau menganggap kita childish. Setiap obrolan yang muncul malah bikin suasana makin panas!
What we need:
Stop memakai joke-joke yang menyindir dan pakai, deh, kalimat-kalimat yang lebih lengkap dan jelas untuk bilang apa yang kita mau.
3. Tipe Drama Queen
Indikasi:
*Setiap kali marah ke sahabat, kita langsung bilang terus terang dengan nada keras dan mungkin ditambah dengan gerakan fisik kayak nunjuk-nunjuk wajahnya.
*Kita nggak segan untuk berantem dengan sahabat di muka umum. Meledak-ledak banget.
Inside us:
Kita merasa puas banget! Tapi di lain sisi, kadang bikin kita menyesal.
The effect:
Buat orang lain, kita kelihatan kayak ibu tiri yang kejam. Siapapun yang sebenarnya salah, orang sudah bakal men-cap kita sebagai sahabat yang jahat. Persahabatan kita juga terancam bubar karena sahabat jadi takut dengan kita.
What we need:
Menahan rasa marah sampai hati sudah tenang dan cari momen yang pas buat ngobrol dengan sahabat. Jujur memang bagus, tapi lebih oke kalau kejujuran itu cuma didengar oleh sahabat yang memang punya masalah dengan kita.
4. Tipe Talkshow
Indikasi:
*Setiap masalah diobrolin dengan tenang di pojok kelas, kamar, atau sofa yang cozy banget.
*Setelah kita bilang apa yang kita rasa, kita kasih kesempatan buat sahabat untuk curhat soal perasaannya.
Inside us:
Memulai obrolan pasti susah banget. Tapi semakin lama kita ngobrol, hati kita juga makin tenang, dan kita makin rileks. Keep up the good work!
The effect:
Mungkin ada hal-hal nggak terduga yang akhirnya terbongkar di sesi ngobrol ini dan bikin hubungan kita agak sedikit kaku. Tapi lama-lama bakal ‘lumer’ lagi, kok.
What we need:
Menjaganya supaya komunikasi kayak gini bisa bertahan dalam persahabatan kita. Sip! Kalau ternyata justru sahabat kita yang nggak bisa terbuka, kita saja yang yang ajari dia untuk lebih open. Dengan cara nunjukin kalau kita bisa dipercaya dan selalu jujur ke dia.

nah! udh jelaskan??  brtengkar sih sah-sah aja! tpi jgn kelewatan yahh :)

Etika pacaran via ponsel

Jakarta - Komunikasi dengan kekasih kini lebih mudah sejak adanya ponsel. Apalagi dalam aplikasi ponsel kini telah tersedia fasilitas email, whatsapp, online messenger seperti YM (Yahoo Messenger), MSN ataupun BBM (Blackberry Messenger).

Aplikasi-aplikasi tersebut sangat bermanfaat bagi Anda pasangan sibuk yang tidak bisa terus saling bertemu. Begitupun dengan pasangan yang menjalani hubungan jarak jauh, berkat ponsel kini berkomunikasi menjadi lebih mudah.

 


hal-hal yang perlu diperhatikan ketika menjalin komunikasi lewat ponsel. Ini dia beberapa etika berpacaran lewat telepon genggam. 

1. Jangan Kirim Foto Seksi
Anda tidak akan tahu apa yang akan terjadi nantinya. Mengirim foto seksi Anda merupakan salah satu hal yang berbahaya. Selain kurang pantas, mengirim gambar yang menunjukkan aksi sensual dapat berisiko fatal jika ponsel si dia hilang. Foto Anda bisa saja tersebar luas. 

2. Telepon di Jam-jam Tidak Sibuk
Saat sedang kerja pria tidak suka diganggu. Pastikan Anda menelepon si dia pada jam-jam tidak sibuk, seperti saat makan siang, sepulang kerja, sebelum tidur atau pada pagi hari. Menanyakan kabarnya lewat telepon merupakan sebuah bentuk perhatian yang disukai oleh pria, sebaliknya meneleponnya di jam penting dapat mengganggu dan merusak moodnya. 

3. Jangan Membahas Mesalah Lewat Pesan Singkat
Jika Anda berniat membicarakan suatu hal yang cukup penting atau sedang menyelesaikan masalah, hindari membahasnya lewat SMS, BBM, YM atau pesan singkat lainnya. Hal ini bisa berujung pada kesalahpahaman. Setiap orang memiliki cara membaca yang berbeda-beda. Si dia bisa menyalahartikan isi pesan singkat Anda itu.

4. Manfaatkan Emoticon
BBM atau YM tersedia berbagai emoticon lucu. Manfaatkanlah emoticon tersebut sebagai ungkapan perasaan Anda. Seperti ketika mengucapkan selamat tidur selipkan emoticon yang bergambar bibir seperti mencium atau emoticon memeluk. Meskipun hanya sebuah gambar, tapi bisa sangat bermakna baginya.

Psikologis Remaja




Masa remaja mempunyai ciri tertentu yang membedakan dengan periode sebelumnya :
Ciri-ciri remaja menurut Hurlock (1992), antara lain :
a. Masa remaja sebagai periode yang penting yaitu perubahan-perubahan yang dialami masa remaja akan memberikan dampak langsung pada individu yang bersangkutan dan akan mempengaruhi perkembangan selanjutnya.
b. Masa remaja sebagai periode pelatihan. Disini berarti perkembangan masa kanak-kanak lagi dan belum dapat dianggap sebagai orang dewasa. Status remaja tidak jelas, keadaan ini memberi waktu padanya untuk mencoba gaya hidup yang berbeda dan menentukan pola perilaku, nilai dan sifat yang paling sesuai dengan dirinya.
c. Masa remaja sebagai periode perubahan, yaitu perubahan pada emosi perubahan tubuh, minat dan peran (menjadi dewasa yang mandiri), perubahan pada nilai-nilai yang dianut, serta keinginan akan kebebasan.
d. Masa remaja sebagai masa mencari identitas diri yang dicari remaja berupa usaha untuk menjelaskan siapa dirinya dan apa peranannya dalam masyarakat.
e. Masa remaja sebagai masa yang menimbulkan ketakutan. Dikatakan demikian karena sulit diatur, cenderung berperilaku yang kurang baik. Hal ini yang membuat banyak orang tua menjadi takut.
f. Masa remaja adalah masa yang tidak realistik. Remaja cenderung memandang kehidupan dari kacamata berwarna merah jambu, melihat dirinya sendiridan orang lain sebagaimana yang diinginkan dan bukan sebagaimana adanya terlebih dalam cita-cita.
g. Masa remaja sebagai masa dewasa. Remaja mengalami kebingungan atau kesulitan didalam usaha meninggalkan kebiasaan pada usia sebelumnya dan didalam memberikan kesan bahwa mereka hampir atau sudah dewasa, yaitu dengan merokok, minum-minuman keras, menggunakan obat-obatan dan terlibat dalam perilaku seks. Mereka menganggap bahwa perilaku ini akan memberikan citra yang mereka inginkan.
Disimpulkan adanya perubahan fisik maupun psikis pada diri remaja, kecenderungan remaja akan mengalami masalah dalam penyesuaian diri dengan lingkungan. Hal ini diharapkan agar remaja dapat menjalani tugas perkembangan dengan baik-baik dan penuh tanggung jawab.
Temukan artikel psikologi lainnya di blog dunia psikologi 

Tugas Perkembangan Remaja

Menurut Mappiare (1982) mengemukakan tugas-tugas perkembangan remaja:
1. Menerima keadaan fisiknya
2. Menjalin hubungan baru dengan teman-teman sebaya baik sesama atau lawan jenis
3. Memperoleh kebebasan secara emosional dari orang tuanya dan orang dewasa lainnya
4. Memperoleh kepastian dalam hal kebebasan pengaturan ekonomis
5. Memilih dan mempersiapkan diri ke arah suatu pekerjaan
6. Mengembangkan ketrampilan-ketrampilan dan konsep-konsep intelektual yang diperlukan dalam hidup sebagai warga negara yang terpuji
7. Menginginkan dan dapat berperilaku yang diperbolehkan oleh masyarakat
8. Mempersiapkan diri untuk pernikahan dan hidup berkeluarga
9. Menyusun nilai-nilai kata hati yang sesuai dengan gambaran dunia, yang diperoleh dari ilmu pengetahuan yang memadai
Temukan artikel psikologi lainnya di blog dunia psikologi

JOIN!!

  © ♪Gloria

Design by Emporium Digital via Blogspot templates